Hemm, pernah gak sih terpikir di benak kalian betapa
repotnya dunia cewek. Betapa kehidupan cewek-cewek itu dipenuhi dengan berbagai
macam kealayan yang alay (apa sih -.-‘’). Gini nih, contohnya aja cewek itu
suka repot sendiri kalau mau ngelakuin hal yang namanya bepergian, istilah
kerennya sih safar (bener gak sih? Hehe). Nah, para cewek itu demen banget bawa
barang-barang yang bikin dia repot sendiri. Kalau para cowok biasanya hanya
membutuhkan satu buah tas ransel untuk semua barangnya, para cewek bisa
membutuhkan yah minimal dua buah tas untuk menaruh semua barangnya. Satu tas
untuk baju, handuk, jaket, dan lain sebagainya dan lain sebagainya, dan satu
tas lagi untuk barang-barang mungil seperti bedak, body lotion, parfum, alat
mandi, dan seterusnya dan seterusnya. Beberapa cewek bahkan menambahkan satu
buah tas lagi atau minimal kantong kresek lah untuk menaruh makanan dan minuman
yang akan menjadi santapan bersama dengan teman yang lain terutama cowok (
biasanya para cowok gak suka bawa-bawa kayagitu, mereka lebih suka beli saat
dalam perjalanan) saat di perjalanan.
Okeh, bepergian emang bikin para cewek repot dengan
barang-barangnya. Tapi ada satu hal lagi yang bikin dunia para cewek jumpalitan.
Mau tau apa? Kasih tau gak ya? Hehe.
“bertahan satu cinta. Bertahan
satu c-i-n-t-a”
Iyap, itu jawabannya. Cinta. Cukup satu kata sedehana itu
yang membuat hidup kami para cewek makin bermejikuhibiniu. Tawa, tangis,
kecewa, cemburu, malu, bahagia, takut, khawatir, was-was, ragu, percaya, marah,
merajuk, galau, geregetan, sayang, sakit, semua perasaan itu silih berganti muncul
dan hilang seiring waktu. Ya, saya memang tidak tahu apakah para cowok itu juga
merasakan apa yang para cewek rasakan setelah mengenal kata cinta, entahlah. Biar
waktu yang menjawabnya. Tapi intinya, setiap orang mempunyai pengertian sendiri
terhadap kata cinta, karena pada dasarnya cinta itu hanyalah sebuah kata dan
pada akhirnya setiap orang akan bertemu dengan seseorang yang kemudian akan
memberikan arti pada kata cinta itu.
Sebaiknya saya sudahi saja cuap-cuap saya yang begitu
panjang dan agak melantur ini. Hehe salah khilaf mohon dimaafkan. Salam kedamaian
untuk kalian, sahabat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar